Program Studi S1 Teknik Kimia


Program Studi Teknik Kimia Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar dibuka tahun 1992 di bawah Fakultas Teknik. Pada periode awal berdiri, Prof. Dr. Ir. Tjodi Harlim ditunjuk selaku ketua jurusan teknik kimia yang pertama dan menjabat selama dua periode. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Lydia Melawaty, M.Si, selama satu periode. Selanjutnya diteruskan oleh Maxie Djonny, ST.,MT., selama beberapa tahun, namun tidak menginjak satu periode. Periode setelah itu dipimpin oleh Rosalia Sira Sarungallo, ST.,MT. selama satu periode dan saat ini program studi teknik kimia dipimpin oleh Dra. Lyse Bulo, M.Si.

Program studi teknik kimia mengemban tugas dengan tujuan menyiapkan para lulusan menjadi Kontributor yang berarti bagi lapangan kerja dimana alumni mengabdikan diri. Dengan demikian pendidikan di program studi teknik kimia UKI Paulus diarahkan supaya para mahasiswa dapat lulus dalam kurun waktu 4 – 5 tahun. Untuk menghasilkan alumni yang berkualitas maka Jurusan Kimia selalu memotivasi lulusannya menjadi yang terbaik di Indonesia Timur. Hingga sampai saat ini, terdapat 611 lulusan teknik kimia yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari 611 alumni teknik kimia UKI Paulus telah bekerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia, seperti PT Pertamina, PT Freeport, PT VALE, PT Sucofindo, PT LNG BADAK, PT Semen Tonasa, PT JAFPA, PT EASTERN PEARL FLOUR MILLS Makassar, Bank Mandiri, Bank BCA dan lain-lain. Program Studi Teknik Kimia memiliki laboratorium yang berfungsi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan penelitian berdasarkan kurikulum baru. Diantaranya, Laboratorium Pengantar Teknik Kimia 1 (Laboratorium Kimia Dasar & Laboratorium Kimia Analisis), Laboratorium Pengantar Teknik Kimia 2 (Laboratorium Kimia Organik & Laboratorium Kimia Fisika), 3 Laboratorium OTK (Laboratorium teknologi kimia), Laboratorium Proses produksi dan Laboratorium Komputer dari mata kuliah Komputasi. Mahasiswa juga terlibat sebagai jasa Analisis Pengelolaan laboratorium di teknik kimia. Dengan adanya Laboratorium dan fasilitas yang diberikan, diharapkan memperoleh keterampilan setelah tamat dari teknik kimia UKI Paulus seperti mendesain suatu industri, mengelola bahan tambang, mengoperasikan alat sulingan, mengelola sampah menjadi produk yang lebih ekonomis dan mengelola bahan alam hayati. Adapun tugas yang wajib di selesaikan mahasiswa teknik kimia yakni mendesain suatu industri dengan mata kuliah Pra-Rancangan Pabrik (2 SKS) dan Tugas Akhir berupa penelitian (4 SKS).

Lulusan teknik kimia dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan dengan mendirikan industri Kecil-Menengah/Besar seperti Pembuatan kopi instan, Pengelolahan sampah, Energi alternative, Sabun colek, transparan Nata de coco, Minyak atsiri (Nilam, Jeringau), dan Industri tepung terong Belanda.