Program Studi S1 Teknik Mesin


Program studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar berada di bawah naungan Fakultas Teknik. Prodi ini didirikan melalui rekomendasi Rektor Universitas Hasanuddin untuk memperoleh izin Operasional pada 20 Maret 1985. Kemudian mendapat perubahan status terdaftar berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.0289/0/1988 tanggal 18 Juni 1988 dan memperoleh status diakui berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0456/0/1990 tanggal 22 Maret 1990.

Berdasarkan hasil dari perolehan status akreditasi Teknik Mesin meraih akreditasi B berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No.024/BAN-PT/AK/IV/IX/2000 tanggal 14 September 2000. Fakultas Teknik jurusan mesin kembali mendapat akreditasi B pada tahun 2006 berdasarkan keputusan BAN-PT No.030/BAN-PT/AK/IX/S1/II/2006 tanggal 9 Februari 2006. Tahun 2011 prodi teknik mesin masih bertahan dengan status akreditasi B berdasarkan SK No.001/BAN-PT/AK-IX/S1/V/2011 tanggal 06 Mei 2011. Tahun 2016 tim asesor dari Badan Akreditasi BAN-PT kembali melakukan reakreditasi terhadap prodi teknik mesin dan mendapatkan status akreditasi B dengan Nomor SK 0267/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2016.

Pada wisuda Maret 2019, prodi teknik mesin melantik sebanyak 22 wisudawan/ti. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3.91 diraih oleh Febriyan.

               

Sejak berdirinya prodi teknik mesin hingga kini telah menghasilkan para alumni yang bekerja di sektor pemerintahan, perusahaan, dan industri di kawasan Indonesia Timur. Diantaranya, Danny Picarima (Puncak Jaya Power), James T.E. Gamganora (Puncak Jaya Power), Martindas Sakaro (Puncak Jaya Power), Binzar T.H. (FREEPORT), Lianus Arman M. (FREEPORT), Ferry Adiwijaya (FREEPORT), David Taruk Bua (Sandvik SMC PT), Yoseph B. Putra (FREEPORT), Victor Tasik Pasau (PT Vale Sorowako), Resthu (PT KPC Kalimantan Timur), Merry Taru (PT Megah Putra Sejahtra), Daniel Tallulembang (PT Trakindo Kalimantan Timur), Yosep Tonapa (Trakindo Utama PT), Philipus Daud (Trakindo Utama PT), Willem Benyamin (FREEPORT), Yulius Roy (FREEPORT), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan lain-lain.